Bakalan Bonsai Kimeng (Ficus Microcarpa)


Sumber Gambar : https://www.centralbonsai.com/2017/05/perawatan-dan-pemeliharaan-bonsai-kimeng.html

Kimeng pertama kali dideskripsikan pada 1782 oleh Carl Linnaeus the Younger. Pada 1965, EJH Corner memberi nama baru untuk penyebutan pohon hill’s weeping fig, yakni Ficus microcarpa var. hilli sebagai varietas Ficus microcarpa.

Menurut pakar dendrologi dari Fakultas Kehutanan UGM, Dwi Tyaningsih Adriyanti, mengatakan bahwa bahwa pohon kimeng pada dasarnya adalah pohon liar yang tumbuh di kawasan Asia tropis. Secara umum, pohon kimeng dewasa akan tumbuh hingga ketinggian antara 13 sampai 15 meter dengan kayu berwarna abu-abu muda yang halus dan daunnya tertata rapi dengan panjang sekitar 5-6 cm.

Melihat dari video yang diunggah di kanal YouTube Belajar Bonsai pada 25 Juli 2019, tanaman hias bonsai ini ditemukan tahuh 1970-an di Taiwan, sejak saat itu mulai dikenal dan diberi nama Kim M’ng (Kimeng). Secara bahasa Taiwan bonsai kimeng bermakna pirang, maksudnya yaitu penemu tanaman hias tersebut berambut pirang. Di Taiwan memang ada orang-orang yang berambut pirang dari keturunan Belanda yang dulu berperang di sana.

Di Indonesia dikenal dengan sebutan Pohon Kimeng atau Beringin Taiwan, ada juga yang mengatakan dalam bahasa Inggris Golden King. Sebutan lain dari tanaman hias bonsai kimeng ini juga ada yang bilang Tiger Bark yang artinya harimau bintik, sebab ketika kecil pohon tersebut memiliki kemiripan. Tamanan hias pohon kimeng pertama kali masuk ke Indonesia dalam bentuk bonsai, yaitu sekitar tahun1980-an. Kalau ada orang pergi ke hutan dengan sengaja ingin mencari pohon kimeng, maka tidak mungkin ada atau sulit sekali. 

Bahan yang dapat ditanam untuk bahan bonsai adalah berupa hasil cangkok, stek atau juga berupa bonggol. Stek biasanya dilakukan dengan memotong bagian batang pohon kimeng atau bagian ujung (pucuk) dan langsung ditancapkan kedalam tanah dengan media tanam poros (tidak menampung air terlalu banyak). Cangkok adalah cara budidaya dengan mengelupas kulit batang pohon kimeng dan membungkusnya dengan media cangkok seperti cocopeat. Sedangkan bonggol adalah hasil pendongkelan dari tanaman yang sudah hidup dan biasanya memiliki ukuran yang besar.


Sumber Gambar : hasil pencarian google.com

Komentar